Titian Kasih
Aku selalu di sini menanti titian kasih
Tanpa tiada henti
Meskipun ku lihat kepompong tlah berubah nan indah
Ku coba untuk bertahan hanya untuk sebongkah kepercayaan
Tiada mengapa bagiku meskipun luka
Yang kuharapkan hanyalah balas jasa sebuah cinta
Bukan lagi masalah waktu
Jika untuk menunggu waktu untuk dirimu
Bagaimana aku sanggup untuk bersuara
Jika dirinya hanya bayangan saja
Atau inikah yang dinamakan cinta?
Atau inikah yang di namakan penghianatan cinta
Mungkin janji-janji tlah menjadi dusta untuknya
Namun bagiku jani itu tlah menjadi harga mati
Ini tentangku yang mencintai dirinya
Namun terhalang oleh penghianatan hati.
...::: Šhõbi Blak Magik :::...
Tips Trik Elektronika Komputer and Puisi
21 Des 2009
Titian Kasih
20 Des 2009
Ahlul Jannah
Ahlul Jannah
Surga itu rindu akan empat orang
para qori'il quran dan orang yang menjaga lisan
dan yang memberi makan pada yang kelaparan
serta puasa Ramadlan tak ketinggalan
Delapan surga baik kau ketahui
jannatun na'im dari perak murni
jannatul ma'wa yang dari zabarjud
dan dari murjan jannatul khulud
Dan dari luk luk darul jalali
dan dari yaqut darus salami
dan dari emas darul qorori
jannatu 'adnin yang dari dzurri
Jannatul firdaus yang kedelapannya
yang dari emas asal terbuatnya
delapan surga diberikan tiap-tiapnya
bagi hamba yang taat pada Tuhannya
Disebutkan, para ahli surga
mengecap kenikmatan, bersuka di sana
dengan wajah rupawan bak rembulan
dan bidadari yang masih perawan
Kecantikan yang terpancar dari ronanya
tercipta dari beningnya empat warna
pertama putih dan hijau yang kedua
serta kuning dan merah yang terakhirnya
Sang bidadari yang ayu rupawan
berhiaskan gelang indah di tangan
gelang surga berjumlah sepuluh
dari emas merah tanpa di sepuh
Adapun yang menjadi ratu di sana
para muslimat yang saat di dunia
berlaku tho'at akan perintah-Nya
serta patuh menjauhi larangan-Nya
20 Nov 2009
DIRI MU YANG BARU
DIRI MU YANG BARU
Tertegu diri ku di sini
Di kedamaian yang menyenungkan batinku
Tak ingin ku beranjak dari tempatku
Karena aku treasuki ketenangan
Di sini
Aku bukanlah gelap
Aku bukan lah senja
Aku kini telah menjadi bagian dari
Ketenangan dari kedamaian
Telah ku tinggalkan kebingungan dan
Rasa cemas-cemas ku
Yang begitu erat menjerat ku
Menyesakkan batin ku
Kecerahan hari ku kini
Menimbulkan sesuatu yang baru
Yang indah seperti putik-putik bunga
Bermekaran harum semerbak
Di dalam hati ku
Lihatlah
Dan tetaplah engkau disini
Menukmati indah ku
Layaknya sorga para penyair
Yang tergelak nikmati sentuhan
Kesabaran yang menyatu
Dengan alam diri ku yang baru
17 Nov 2009
RASA INI RASA CINTA
RASA INI RASA CINTA
Nanar ku tatap jauh menembus gundukan awan
Mengais jawab atas tanya yang berkutat dalam diri
Apa yang ku rasa kini?
Sebuah hasrat hati yang berbeda
Menafikan kebekuannya
Menyusuri likunya dengan pengharapan
Sungguh tak ku tahu arti semua ini
Teruz melayang fikir dalam raut nyata nan ragu
Menggali jawab dalam reruntuhan dinding kalbu
Coba ku tanya pada angin yang menyapa
Namun membisu
Slalu terlintaz tanya dalam benak yang seolah membodohiku
Rasa apakah ini?
Yang menghadirkan sosok jadi tamu mimpiku
Tiap episodenya melabuhkan sinyal harapan
Seakan pendakianku kan sirna dengan semburan bahagia
Rasa ini menelantarkanku pada dahaga kasih
Menyublim selaksa rindu dengan ramuan sayang
Melumpuhkan otakku tuk realistis dan logis
Menyudutkanku pada suasana sendu
Rasa ini mengikis benci yang merongrong hati
Melunakkan kekerasan jiwa yang membahana
Melatih diri tuk benamkan emosi
Dan mencipta arus bening dalam diri
Tanya teruz mengaliri nadi yang sepi
Mencoba menebang angkara tuk temukannya
Hingga terselip jawab dalam kepastian
Yaa...RASA INI RASA CINTA
Yang ku persembahkan padamu wahai penakluk mimpiku...
8 Nov 2009
Kasih Tak Sampai
Kasih Tak Sampai
Cinta ini tumbuh dari dasar hati
Mengaliri sungai-sungai yang dangkal akan kasih
Menyematkan semangat tuk sambut mentari
Meski terlalu manis mimpi tuk ditinggali
Tapi nyataku lebih indah dari mimpiku
Sejak kau ada membenami hatiku
Dan tebarkan wangi dalam tiap hariku
Meski peluh menjamahi tubuhku
Kau bak bunga yang mekar di pelataran hati
Dengan mahkota terindah yang berlapiskan emas kasih
Kelopakmu adalah lentera bagi gelapnya hati ini
Membujukku tuk memetik dan menghampiri
Aku kumbang yang akan menghisap madumu
Dan hanya aku
Tak kan ku lengah menjaga tiap lelapmu
Agar tak satu pun kumbang liar kan menerkammu
Ku yakinkan hati tuk terus bersamamu
Kita ibarat merpati yang terbang bersama damainya hati
Riuh rendah taburkan bahagia dengan kicau yang merdu
Kita ibarat kunang-kunang yang seiring menerangi gelap malam
Bercahaya di antara dedaunan yang memejamkan mata
Kita ibarat bulan dan bintang
Bersinar bersama menyemaikan kasih pada sesama
Dan kini saat bunga di hati tlah bersemi
Badai menghempaskannya
Memaksa wanginya tuk lari dari tamanku
Menjarah cinta yang meluluhkan hati
Aku tak sanggup bila bungaku lari ke taman lain
Aku tak sanggup bila bintangku terjatuh
Dan aku lebih tak sanggup melangkah sendiri tuk menerangi malam dengan sinar redupku
Kau bungaku!
Merpati yang temaniku dalam kesepian
Kau terpaksa mencabut cinta dalam hati
Tuk turuti maksud hati yang merawati
Oh!kekasih, dalam sendu ku sesali
Kenapa harus terakhiri sedemikian pedih?
Jalinan sayang yang tlah subur dalam jiwa
Harus teranggas demi ego semata
Kasih!
Meski diri ini tak mampu memelukmu
Namun getar cinta ini kan terus untukmu
Di dinding hati masih terukir nama indahmu
Di album jiwa masih tersimpan kenanganmu
Kasih!
Hembuskan angin semangat dalam diri
Tuk lewati segala kisah yang menyayat hati
Ku yakin kita mampu sudahi
Dan tetap tersenyum menatap pagi!.
“ Tetaplah menjadi bintang di langit
Agar cinta kita akan abadi
Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini
Agar menjadi saksi cinta kita berdua! “

