Tips Trik Elektronika, Komputer, Lirik Sholawat dan Qasidah

Gusti Aku ini Titipan

Gusti Aku ini Titipan

Sering aku berkata dan menepi,
Ketika orang memuji apa milikku,

Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan,
Bahwa jasadku hanya titipan Nya,
Bahwa jemariku hanya titipan Nya,
Bahwa sel-selku hanya titipan Nya,
Bahwa kekuatan jiwa hanya titipan Nya,
Tetapi,
Mengapa aku tak pernah bertanya,
Mengapa Dia menitipkan jasad ini padaku?
Untuk apa Dia menitipkan jasad ini pada ku?

Dan kalau jasad ini bukan milikku,
Apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
Mengapa hatiku justru menjerit,
Ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?

Ketika diminta kembali,
Kusebut itu sebagai musibah,
Kusebut itu sebagai ujian,
Kusebut itu sebagai petaka,
Kusebut dengan panggilan apa saja
Untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa,
Kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,

Aku ingin lebih banyak harta,
Ingin lebih banyak mobil,
Lebih banyak rumah,
Lebih banyak ketegaran fisik,

Dan kutolak sakit,
Kutolak kemiskinan,
Seolah ...
Semua "derita" adalah hukuman bagiku.

Seolah ...
Keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti rumusan matematika:

Aku rajin beribadah,
Maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
Dan Nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
Dan bukan Kekasih.

Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
Dan menolak keputusannya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti,
Selalu terucap di hati,
Hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...

"ketika langit dan bumi bersatu,
Bencana dan keberuntungan sama saja"

Gusti aku ini titipan Puisi By : Almanar Shobi Blak Magik



share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Muhammad Syahrul Falah, Published at Rabu, Agustus 26, 2009 and have 3 komentar

Artikel Terkait

3 komentar:

  1. mendalam sekali...
    seringkali kita meminta lebih kepada Allah SWT dan kurang bersyukur terhadap apa yang telah diberikan oleh-Nya, padahal nikmat-Nya kepada kita tarhingga jumlahnya.

    BalasHapus
  2. mohon maaf lahir dan batin, selamat menunaikan ibadah shaum Ramadhan 1430 H.
    salam.

    BalasHapus